PERANAN ORANG TUA
Assalamualaikum
warohmatullahi wabarokatu...
Peran orang tua sangat dibutuhkan dalam
membangun karakter bangsa karena peran orang tua sangat penting dalam mendidik
anak menjadi seorang pemimpin yang berahlakul karimah dizaman sekarang ini, apalagi
anak-anak remaja zaman sekarang sudah
mengenal teknologi dan menjadi sangat sulit untuk diatur, jadi orang tua
seharusnya mengurus, merawat dan mendidik anak-anaknya dengan lebih tegas dan
lebih disiplin.
Mari kita ambil contoh dari seorang
ibu yang bernama ibu mimi yang tinggal di desa sumberjaya, tempuran-karawang
dia berusia 45 tahun dan pekerjaan nya adalah seorang guru SD di tempuran, Dia
tinggal bersama lima orang anaknya, Dia amat tegar, tangguh, dan bijaksana
dalam mendidik kelima anak-anaknya. Setelah suaminya meninggal dunia, dia
merawat anak-anaknya seorang diri tanpa mengenal rasa lelah sedikitpun, setelah
perjuangannya selama belasan tahun akhirnya dia bisa menyekolahkan semua
anaknya sampai ada yang lulus kuliah S1, dan ada juga yang sudah jadi seorang
guru di sebuah sekolah menengah atas di kabupaten karawang. Dan empat orang
anak lagi masih sekolah. Keteguhan ibu mimi dalam merawat dan mendidik
anak-anaknya, patut di contoh oleh semua ibu diseluruh dunia, Dia seorang ibu
yang tangguh walaupun hanya seorang diri tapi dia bisa mendidik anak-anaknya
menjadi seorang yang berbudi pekerti luhur,
namun sangat di sayangkan di negara ini tidak semua ibu bisa mendidik
anak-anaknya seperti ibu mimi.
Banyak seorang ibu yang mengabaikan
anak-anaknya hanya demi pekerjaannya dan kariernya, dan kesalahan seorang ibu
yang cukup patal adalah menitipkan anaknya kepada pengasuh dan perawat, padahal seorang anak
lebih butuh kasih sayang dan pendidikkan yang lebih banyak dari seorang ibu. Boleh
saja seorang ibu mencari nafkah untuk membantu suaminya demi mencukupi
kebutuhan hidup keluarganya, asalkan tidak melupakan kudratnya sebagai istri
dan sebagai ibu, yaitu mengurus, merawat dan mendidik anak-anaknya. Jika seperti
itu anakpun menjadi tidak terawasi dan tidak terpantau, dan anakpun kurang
perhatian dari orang tua.
Menurut pendapat kami peran orang tua
sangat penting bagi kita karena jika tidak ada kedua orang tua kita tidak akan
bisa seperti sekarang ini, di mulai dari ayah yang berperan sebagai imam untuk
mencari nafkah bagi keluarga, bersusah payah banting tulang mencari uang untuk menafkahi
keluarga. Apalagi ibu yang sangat berperan penting dan bersusah payah mempertaruhkan
nyawa nya demi melahirkan kita serta merawat dan mengurus kita, peran ibu
sangat di butuhkan dalam membangun karakter anak sebagai penerus bangsa, karena
peran ibu merawat, mengurus dan mendidik serta membina anak untuk menjadi orang
yang berbudi pekerti luhur dan berahlakul karimah serta menjadi seorang pemimpin
yang adil dan bijaksana di masa yang akan datang. Dan rosulullah pun bersabda dalam hadist yang artinya: ‘’surga
berada di bawah telapak kaki ibu’’.
Hampir semua wanita yang menjadi ibu
jika di tanya ingin mempunyai anak, pasti semuanya menjawab iya, karena jika
wanita tidak mempunyai anak, wanita itu merasa kurang sempurna dan merasa belum
menjadi seorang ibu, sama seperti ayah jika tak mempunyai keturunan iya belum
merasa menjadi seorang ayah. Dan sebagai anak kita seharusnya bersyukur masih
memiliki kedua orang tua terutama ibu, coba bayangkan jika kedua orang tua kita
sudah tiada di dunia ini, pasti kita akan sangat kurang perhatian dan pendidikan
serta kasih sayang dari kedua orang tua. Dan hidupun akan tak tentu arah dan
tujuan, dan akhirnya kehidupan menjadi berantakan dan terlantar serta masa depan pun menjadi suram.
Kita ambil contoh dari anak-anak
pelajar yang sangat sering tawuran antar sekolah, apakah perilaku mereka bisa
jadi contoh? Maka dari itu peran kedua
orang tua sangatlah penting untuk mendidik anak. Padahal mereka sudah diberi pendidikan
disekolah nya, tapi yang sangat penting dan yang paling utama itu binaan dan
didikan dari kedua orang tua, tanpa itu anak-anak pelajar akan sangat berutal. Terkadang
orang tua zaman sekarang sudah kurang memperhatikan lagi akan anak terhadap
pendidikan agamanya, sehingga anak-anakpun buta akan tuntutan ilmu agama dan lebih
tertarik kepada pergaulan yang sifatnya tidak mencerminkan moral dan perilaku
akhlaknya.
Apalagi di zaman sekarang ini para
orang tua lebih mengutamakan pendidikan formal di bandingkan pendidikan non
formal terhadap anak-anaknya, jadi peran orang tua sangat di butuhkan dalam
mendidik dan membina anak-anaknya terutama peran ibu dalam mendidik anak-anakya
di usia dini sangatlah penting sekali untuk membuat karakter anak sebagai
penerus bangsa. Selain itu pendidikan di usia dini dapat membuat anak-anak
mengenal tentang ilmu agama dan menambah kreatifitas si anak, peran orang tua
dalam mengajarkan hal seperti itu sangatlah penting apalagi peran ibu yang
sangat dekat sekali dengan anak.
Dalam kasus orang tua yang kurang memperhatikan
lingkungan sekitar terhadap anak-anaknya, kita pernah melihat di dalalm siaran
televisi ada seorang anak yang masih berusia sekitar 5 tahun sudah menirukan perilaku
seperti orang dewasa yakni menghisap rokok yang seharusnya tidak di lakukan
oleh anak seusia itu, seharusnya itu jadi contoh bagi orang tua agar lebih
memperhatikan anak-anaknya lagi terhadap pergaulan dalam lingkungan sekitar.
Maka dari itu peran ibu sangatlah penting dalam menjaga anak-anaknya supaya
tidak salah dalam pergaulannya.
Pengorbanan seorang ibu adalah
pengorbanan terbesar disisi seorang anak, segala jasa yang telah dicurahkan
oleh seorang ibu kepada anaknya perlu kita hargai dengan sebaik-baiknya, malah
penghargaan yang berupa uang, mas atau berlian sekalipun tidaklah cukup untuk
membalas segala jasa dan pengorbanan seorang ibu bahkan, di Al-qur’an telah
dijelaskan dalam surat maryam yang artinya: “maka rasa sakit akan
melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata: ”aduhai,
alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak
berarti, lagi dilupakan”, (QS.maryam:23).
Secara keseluruhannya, hidup setiap
manusia akan senantiasa melibatkan seorang insan yang bergelar ibu. Tidak putus
belas kasih sayang dan sumbangan ibu kepada anak-anaknya sejak sebelum lahir
sehingga mencecah usia kemasa ini, derajat ibu sangatlah tinggi disisi Allah
SWT, Allah berfirman didalam Al-qur’an tentang kepentingan menghormati ibu dan
ayah dalam surat an-nisa yang artinya: “sembahlah Allah, janganlah kamu
mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada orang tua
ibu-ayah”.
Tapi malangnya anak-anak masa kini
lebih memandang remeh terhadap pengorbanan seorang ibu yang telah bersusah
payah untuk membesarkan dan merawat mereka, mungkin kita tidak pernah menyadari
apa yang sudah ibu kita perjuangkan untuk melahirkan kita, dengan sekuat tenaga
ibu menahan semua penderitaan serta beban yang ditanggungnya, demi seorang anak
yang sedang dikandungnya dalam aktivitas apapun. Sampai-sampai ibu kita tidak
mencemaskan keadaannya sendiri melainkan ibu kita hanya mengutamakan
keselamatan anaknya dari pada mencemaskan keadaannya sendiri. Maka dari itu
derajat ibu lebih tinggi dibanding derajat ayahnya seperti yang talah dikatakan
oleh Rosulullah kepada seorang pemuda yang bertanya kepada Rosulullah. ”ya
Rosulullah! kepada siapakah saya harus menghormati? Rosulullah menjawab:
“ibumu” kemudian si pemuda bertanya lagi: “siapa lagi?” Rosulullahpun menjawab
lagi :”ibumu” kemudian si pemuda bertanya lagi: “siapa lagi” Rosulullahpun
menjawab untuk yang ketiga kalinya: “ibumu” kemudian si pemuda bertanya lagi:
“siapa lagi ya Rosul?” kemudian Rosulpun menjawab: “ayahmu” (muttaqun alaih).
Ibu dan ayahmu mempunyai kedudukan
disisi Allah SWT. Sehingga Allah memerintahkan kita agar berbuat baik kepada
orang tua, selepas perintah mengabdikan diri kepada-Nya. Allah SWT berfirman
dalam surat al-isra yang artinya: “ Dan tuhanmu telah memerintahkan supaya
kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu dan
ayahmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau
kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam peliharaanmu, maka sekali-kali
janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan (sembarangan berkata kasar)
sekalipun ”Ah!!!!!!” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada
mereka perkataan yang mulia”. (QS.Al-isra:23).
Betapa sedihnya jika kita melihat
masyarakat masa kini apabila ada anak yang durhaka dan serta malah menyakiti
kedua orang tuanya apalagi ibu, jika kehendak hatinya tidak dipenuhi. Anak
durhaka juga disebabkan hilangnya nilai-nilai keimanan dalam diri anak
teresebut, dan jiwa mereka dipenuhi hawa nafsu yang dikarenakan kurangnya
pendidikan agama dari kedua orang tuanya. Oleh sebab itu marilah kita sedikit
untuk memperhatikan perilaku anak-anak kita agar tidak terjerumus dalam
pergaulan yang salah, yang dapat mengakibatkan hancurnya akhlak, moral dan
perilaku anak - anak kita. Sekarang banyak pondok-pondok pesantren dan yayasan-yayasan
islami yang bisa dipakai untuk mengajari anak-anak kita dalam segi ilmu agama
ataupun dalam segi moral dan perilaku. Sebenarnya hanya tinggal kemauan dari
kita sebagai orang tua anak-anak bangsa ini dan didukung oleh kegigihan anak
tersebut untuk bisa menuntut ilmu agama.
Marilah kita sedikit untuk
bernostalgia ke zaman Ir. Soekarno yang pernah berkata: “berilah aku sepuluh pemuda,
maka aku akan mengguncangkan dunia”. Inilah kata-kata yang
seharusnya kita jadikan motivasi agar kita dapat membangun bangsa yang baldatun
toyyibatun. aminnn ..
Sebentar lagi menjelang hari ibu,
lantas apa yang akan kita berikan kepadanya, apakah hanya sekedar ucapan atau
hadiah ? seharusnya bukan hanya ucapan dan hadiah saja, melainkan pembuktian
terhadap ibu kita dan sepatutnya kita lebih menghargai dan menghormati sosok
ibu yang telah berjasa bukan hanya kepada kita saja tetapi berjasa juga kepada
bangsa.
Menurut pedapat guru yang
kita wawancarai, bahwasanya seorang ibu bukan hanya pahlawan tampa tanda jasa tetapi
lebih dari itu, seorang ibu itu sangatlah luar biasa dia sangat tangguh
sampai-sampai saat sedih saja dia masih bisa tersenyum di depan anak-anak nya
dan di saat dia sedang sakit, dia tidak pernah menunjukan rasa sakit kepada
anak-anak nya bahkan, dia rela mengorbankan nyawa nya sendiri demi anak-anak
nya.
Terkadang, seorang anak tidak pernah
merasakan jasa seorang ibu, dia hanya bisa mencaci makinya, menghinanya, bahkan
tidak sedikit anak yang berani memukul ibunya sendiri. Kita ambil contoh dalam
legenda yang berjudul “ MALIN KUNDANG”.
Pada legenda itu di ceritakan
seorang anak yang sangat menyayangi ibunya, tetapi ketika dian sudah sukses dan
mempunyai harta yang berlimpah, dia melupakan jasa-jasa seorang ibu bahkan, dia
malu mengakui ibu nya sendiri di karenakan ibu nya miskin, sehingga dia berani
mencaci maki ibunya sendiri bahkan dia berniat membunuhnya, kemudian ibunya pun
merasa sakit hati dan mengutuk nya
menjadi batu.
Berdasarkan cerita di atas, kita dapat
memahami hadist Nabi Muhammad saw, yang artinya: “ ridhonya allah ada di ridhonya
kedua orang tua dan murkanya allah ada di murkanya kedua orang tua”.
Jadi kita sebagai anak jangan sampai membuat kedua orang tua kita menangis
karena di sakiti oleh kita tetapi kita harus membuat orang tua kita menangis
karena kebahagiaan yang di berikan oleh kita.
Oleh karena itu sosok seorang ibu
sangatlah berpengaruh bagi karakter anak-anak bangsa karena bagaimana pun orang
yang pertama kali mendidik anak-anak adalah seorang ibu dan bagaimana pun juga
baik atau buruknya karakter bangsa tergantung karakter anak-anak bangsa karena
sesuai dengan hadist rasulallah saw yang artinya: “pemuda di zaman sekarang
adalah pemimpin di masa yang akan datang”.
Maka
dari itu sosok seorang ibu sangat penting dalam membangun karakter bangsa.
WAALIKUMSALAM WARAOH MATULLAHI
WABAROKATU...............
Karya: PAC. Tempuran 19-12-2013
Dalam rangka mengikuti
perlombaan menulis artikel yang bertemakan “peran
ibu dalam membangun karakter bangsa” .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar