Sabtu, 28 Desember 2013



PERANAN ORANG TUA

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatu...
           Peran orang tua sangat dibutuhkan dalam membangun karakter bangsa karena peran orang tua sangat penting dalam mendidik anak menjadi seorang pemimpin yang berahlakul karimah dizaman sekarang ini, apalagi anak-anak remaja zaman sekarang  sudah mengenal teknologi dan menjadi sangat sulit untuk diatur, jadi orang tua seharusnya mengurus, merawat dan mendidik anak-anaknya dengan lebih tegas dan lebih disiplin.
   
           Mari kita ambil contoh dari seorang ibu yang bernama ibu mimi yang tinggal di desa sumberjaya, tempuran-karawang dia berusia 45 tahun dan pekerjaan nya adalah seorang guru SD di tempuran, Dia tinggal bersama lima orang anaknya, Dia amat tegar, tangguh, dan bijaksana dalam mendidik kelima anak-anaknya. Setelah suaminya meninggal dunia, dia merawat anak-anaknya seorang diri tanpa mengenal rasa lelah sedikitpun, setelah perjuangannya selama belasan tahun akhirnya dia bisa menyekolahkan semua anaknya sampai ada yang lulus kuliah S1, dan ada juga yang sudah jadi seorang guru di sebuah sekolah menengah atas di kabupaten karawang. Dan empat orang anak lagi masih sekolah. Keteguhan ibu mimi dalam merawat dan mendidik anak-anaknya, patut di contoh oleh semua ibu diseluruh dunia, Dia seorang ibu yang tangguh walaupun hanya seorang diri tapi dia bisa mendidik anak-anaknya menjadi seorang yang berbudi pekerti luhur,  namun sangat di sayangkan di negara ini tidak semua ibu bisa mendidik anak-anaknya seperti ibu mimi.

          Banyak seorang ibu yang mengabaikan anak-anaknya hanya demi pekerjaannya dan kariernya, dan kesalahan seorang ibu yang cukup patal adalah menitipkan anaknya kepada  pengasuh dan perawat, padahal seorang anak lebih butuh kasih sayang dan pendidikkan yang lebih banyak dari seorang ibu. Boleh saja seorang ibu mencari nafkah untuk membantu suaminya demi mencukupi kebutuhan hidup keluarganya, asalkan tidak melupakan kudratnya sebagai istri dan sebagai ibu, yaitu mengurus, merawat dan mendidik anak-anaknya. Jika seperti itu anakpun menjadi tidak terawasi dan tidak terpantau, dan anakpun kurang perhatian dari orang tua.
 
          Menurut pendapat kami peran orang tua sangat penting bagi kita karena jika tidak ada kedua orang tua kita tidak akan bisa seperti sekarang ini, di mulai dari ayah yang berperan sebagai imam untuk mencari nafkah bagi keluarga, bersusah payah banting tulang mencari uang untuk menafkahi keluarga. Apalagi ibu yang sangat berperan penting dan bersusah payah mempertaruhkan nyawa nya demi melahirkan kita serta merawat dan mengurus kita, peran ibu sangat di butuhkan dalam membangun karakter anak sebagai penerus bangsa, karena peran ibu merawat, mengurus dan mendidik serta membina anak untuk menjadi orang yang berbudi pekerti luhur dan berahlakul karimah serta menjadi seorang pemimpin yang adil dan bijaksana di masa yang akan datang. Dan rosulullah  pun bersabda dalam hadist yang artinya:  ‘’surga berada di bawah telapak kaki ibu’’.    

          Hampir semua wanita yang menjadi ibu jika di tanya ingin mempunyai anak, pasti semuanya menjawab iya, karena jika wanita tidak mempunyai anak, wanita itu merasa kurang sempurna dan merasa belum menjadi seorang ibu, sama seperti ayah jika tak mempunyai keturunan iya belum merasa menjadi seorang ayah. Dan sebagai anak kita seharusnya bersyukur masih memiliki kedua orang tua terutama ibu, coba bayangkan jika kedua orang tua kita sudah tiada di dunia ini, pasti kita akan sangat kurang perhatian dan pendidikan serta kasih sayang dari kedua orang tua. Dan hidupun akan tak tentu arah dan tujuan, dan akhirnya kehidupan menjadi berantakan dan terlantar serta  masa depan pun menjadi suram.

         Kita ambil contoh dari anak-anak pelajar yang sangat sering tawuran antar sekolah, apakah perilaku mereka bisa jadi contoh?  Maka dari itu peran kedua orang tua sangatlah penting untuk mendidik anak. Padahal mereka sudah diberi pendidikan disekolah nya, tapi yang sangat penting dan yang paling utama itu binaan dan didikan dari kedua orang tua, tanpa itu anak-anak pelajar akan sangat berutal. Terkadang orang tua zaman sekarang sudah kurang memperhatikan lagi akan anak terhadap pendidikan agamanya, sehingga anak-anakpun buta akan tuntutan ilmu agama dan lebih tertarik kepada pergaulan yang sifatnya tidak mencerminkan moral dan perilaku akhlaknya.

            Apalagi di zaman sekarang ini para orang tua lebih mengutamakan pendidikan formal di bandingkan pendidikan non formal terhadap anak-anaknya, jadi peran orang tua sangat di butuhkan dalam mendidik dan membina anak-anaknya terutama peran ibu dalam mendidik anak-anakya di usia dini sangatlah penting sekali untuk membuat karakter anak sebagai penerus bangsa. Selain itu pendidikan di usia dini dapat membuat anak-anak mengenal tentang ilmu agama dan menambah kreatifitas si anak, peran orang tua dalam mengajarkan hal seperti itu sangatlah penting apalagi peran ibu yang sangat dekat sekali dengan anak.
        
          Dalam kasus orang tua yang kurang memperhatikan lingkungan sekitar terhadap anak-anaknya, kita pernah melihat di dalalm siaran televisi ada seorang anak yang masih berusia sekitar 5 tahun sudah menirukan perilaku seperti orang dewasa yakni menghisap rokok yang seharusnya tidak di lakukan oleh anak seusia itu, seharusnya itu jadi contoh bagi orang tua agar lebih memperhatikan anak-anaknya lagi terhadap pergaulan dalam lingkungan sekitar. Maka dari itu peran ibu sangatlah penting dalam menjaga anak-anaknya supaya tidak salah dalam pergaulannya.

         Pengorbanan seorang ibu adalah pengorbanan terbesar disisi seorang anak, segala jasa yang telah dicurahkan oleh seorang ibu kepada anaknya perlu kita hargai dengan sebaik-baiknya, malah penghargaan yang berupa uang, mas atau berlian sekalipun tidaklah cukup untuk membalas segala jasa dan pengorbanan seorang ibu bahkan, di Al-qur’an telah dijelaskan dalam surat maryam yang artinya: “maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata: ”aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan”, (QS.maryam:23).
                                                                                                                 
         Secara keseluruhannya, hidup setiap manusia akan senantiasa melibatkan seorang insan yang bergelar ibu. Tidak putus belas kasih sayang dan sumbangan ibu kepada anak-anaknya sejak sebelum lahir sehingga mencecah usia kemasa ini, derajat ibu sangatlah tinggi disisi Allah SWT, Allah berfirman didalam Al-qur’an tentang kepentingan menghormati ibu dan ayah dalam surat an-nisa yang artinya: “sembahlah Allah, janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada orang tua ibu-ayah”.

         Tapi malangnya anak-anak masa kini lebih memandang remeh terhadap pengorbanan seorang ibu yang telah bersusah payah untuk membesarkan dan merawat mereka, mungkin kita tidak pernah menyadari apa yang sudah ibu kita perjuangkan untuk melahirkan kita, dengan sekuat tenaga ibu menahan semua penderitaan serta beban yang ditanggungnya, demi seorang anak yang sedang dikandungnya dalam aktivitas apapun. Sampai-sampai ibu kita tidak mencemaskan keadaannya sendiri melainkan ibu kita hanya mengutamakan keselamatan anaknya dari pada mencemaskan keadaannya sendiri. Maka dari itu derajat ibu lebih tinggi dibanding derajat ayahnya seperti yang talah dikatakan oleh Rosulullah kepada seorang pemuda yang bertanya kepada Rosulullah. ”ya Rosulullah! kepada siapakah saya harus menghormati? Rosulullah menjawab: “ibumu” kemudian si pemuda bertanya lagi: “siapa lagi?” Rosulullahpun menjawab lagi :”ibumu” kemudian si pemuda bertanya lagi: “siapa lagi” Rosulullahpun menjawab untuk yang ketiga kalinya: “ibumu” kemudian si pemuda bertanya lagi: “siapa lagi ya Rosul?” kemudian Rosulpun menjawab: “ayahmu” (muttaqun alaih).

          Ibu dan ayahmu mempunyai kedudukan disisi Allah SWT. Sehingga Allah memerintahkan kita agar berbuat baik kepada orang tua, selepas perintah mengabdikan diri kepada-Nya. Allah SWT berfirman dalam surat al-isra yang artinya: “ Dan tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu dan ayahmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam peliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan (sembarangan berkata kasar) sekalipun ”Ah!!!!!!” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”. (QS.Al-isra:23).

          Betapa sedihnya jika kita melihat masyarakat masa kini apabila ada anak yang durhaka dan serta malah menyakiti kedua orang tuanya apalagi ibu, jika kehendak hatinya tidak dipenuhi. Anak durhaka juga disebabkan hilangnya nilai-nilai keimanan dalam diri anak teresebut, dan jiwa mereka dipenuhi hawa nafsu yang dikarenakan kurangnya pendidikan agama dari kedua orang tuanya. Oleh sebab itu marilah kita sedikit untuk memperhatikan perilaku anak-anak kita agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang salah, yang dapat mengakibatkan hancurnya akhlak, moral dan perilaku anak - anak kita. Sekarang banyak pondok-pondok pesantren dan yayasan-yayasan islami yang bisa dipakai untuk mengajari anak-anak kita dalam segi ilmu agama ataupun dalam segi moral dan perilaku. Sebenarnya hanya tinggal kemauan dari kita sebagai orang tua anak-anak bangsa ini dan didukung oleh kegigihan anak tersebut untuk bisa menuntut ilmu agama.

          Marilah kita sedikit untuk bernostalgia ke zaman Ir. Soekarno yang pernah berkata: “berilah aku sepuluh pemuda, maka aku akan mengguncangkan dunia”. Inilah kata-kata yang seharusnya kita jadikan motivasi agar kita dapat membangun bangsa yang baldatun toyyibatun. aminnn ..

         Sebentar lagi menjelang hari ibu, lantas apa yang akan kita berikan kepadanya, apakah hanya sekedar ucapan atau hadiah ? seharusnya bukan hanya ucapan dan hadiah saja, melainkan pembuktian terhadap ibu kita dan sepatutnya kita lebih menghargai dan menghormati sosok ibu yang telah berjasa bukan hanya kepada kita saja tetapi berjasa juga kepada bangsa.
Menurut pedapat guru yang kita wawancarai, bahwasanya seorang ibu bukan hanya pahlawan tampa tanda jasa tetapi lebih dari itu, seorang ibu itu sangatlah luar biasa dia sangat tangguh sampai-sampai saat sedih saja dia masih bisa tersenyum di depan anak-anak nya dan di saat dia sedang sakit, dia tidak pernah menunjukan rasa sakit kepada anak-anak nya bahkan, dia rela mengorbankan nyawa nya sendiri demi anak-anak nya.

         Terkadang, seorang anak tidak pernah merasakan jasa seorang ibu, dia hanya bisa mencaci makinya, menghinanya, bahkan tidak sedikit anak yang berani memukul ibunya sendiri. Kita ambil contoh dalam legenda yang berjudul “ MALIN KUNDANG”.
Pada legenda itu di ceritakan seorang anak yang sangat menyayangi ibunya, tetapi ketika dian sudah sukses dan mempunyai harta yang berlimpah, dia melupakan jasa-jasa seorang ibu bahkan, dia malu mengakui ibu nya sendiri di karenakan ibu nya miskin, sehingga dia berani mencaci maki ibunya sendiri bahkan dia berniat membunuhnya, kemudian ibunya pun merasa sakit  hati dan mengutuk nya menjadi batu.

         Berdasarkan cerita di atas, kita dapat memahami hadist Nabi Muhammad saw, yang artinya: “ ridhonya allah ada di ridhonya kedua orang tua dan murkanya allah ada di murkanya kedua orang tua”. Jadi kita sebagai anak jangan sampai membuat kedua orang tua kita menangis karena di sakiti oleh kita tetapi kita harus membuat orang tua kita menangis karena kebahagiaan yang di berikan oleh kita.

        Oleh karena itu sosok seorang ibu sangatlah berpengaruh bagi karakter anak-anak bangsa karena bagaimana pun orang yang pertama kali mendidik anak-anak adalah seorang ibu dan bagaimana pun juga baik atau buruknya karakter bangsa tergantung karakter anak-anak bangsa karena sesuai dengan hadist rasulallah saw yang artinya: “pemuda di zaman sekarang adalah pemimpin di masa yang akan datang”.
Maka dari itu sosok seorang ibu sangat penting dalam membangun karakter bangsa.
WAALIKUMSALAM WARAOH MATULLAHI WABAROKATU...............
Karya: PAC. Tempuran 19-12-2013
Dalam rangka mengikuti perlombaan menulis artikel yang bertemakan “peran ibu dalam membangun karakter bangsa” .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar